Desember 8, 2021
Mengenal Jenis Jenis Ikan Laut

Mengenal Jenis Jenis Ikan Laut

Share to

Terbentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki 17.499 pulau dengan luas total wilayah Indonesia sekitar 7,81 juta km2. Dari total luas wilayah tersebut, 3,25 juta km2 adalah lautan dan 2,55 juta km2 adalah Zona Ekonomi Eksklusif. Hanya sekitar 2,01 juta km2 yang berupa daratan.

Dengan luasnya wilayah laut yang ada, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Perikanan adalah salah satu sektor yang diandalkan untuk pembangunan nasional.

Sudah pasti kekayaan hasil laut Indonesia menjadi di antaranya ikan laut, udang, rumput laut, cumi-cumi, gurita, dan sebagainya.

Jenis-jenis ikan laut dikelompokan ke dalam beberapa kategori, antara lain;

  1. Ikan Demersal

Ikan demersal adalah ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan danau (zona demersal).
Lingkungan mereka pada umumnya berupa lumpur, pasir, dan bebatuan, jarang sekali terdapat terumbu karang.
Sehingga berdasarkan definisi ini, ikan demersal dapat ditemukan dari lingkungan pantai hingga zona laut dalam (abyssal zone), dan banyak ditemukan di lingkungan dekat punggung laut.

Ikan demersal berlawanan dengan ikan pelagis yang hidup dekat dengan permukaan air.
Ikan demersal mengandung sedikit minyak (satu sampai empat persen massa tubuhnya), jika dibandingkan dengan ikan pelagis yang dapat mencapai 30 persen.
Sehingga ikan demersal termasuk ikan daging putih, contohnya, Ikan Kakap Merah, Ikan Kerapu, Ikan Kaci-kaci dan sebagainya

2. Ikan Pelagis

Ikan pelagis merupakan kelompok ikan yang berada di lapisan permukaan air. Ciri ciri utama ikan jenis ini, yaitu beraktivitas secara bergerombol dan melakukan migrasi.

Ikan pelagis kecil biasa berada di karang dan berpindah tempat. Ditangkap dengan alat penangkap berupa jaring, seperti jaring insang, jaring lingkar, pukat cincin, dan lainnya.

Biasanya ikan pelagis banyak ditemukan di dekat terumbu karang atau tubiran. Di mana arus hangat dekat perairan pantai.

Berdasarkan ukurannya, ikan pelagis dibedakan menjadi dua, yaitu: Ikan pelagis besar, misalnya ikan tuna, cakalang, tongkol, dan lainnya.
Ikan pelagis kecil, misalnya ikan layang, teri, kembung, dan lainnya.


Ikan pelagis biasannya disebut sebagai ikan berminyak. Hal ini karena ikan dalam kelompok pelagis mengandung minyak hingga 30 persen di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut.
Ikan-ikan pelagis yang banyak mengandung minyak, seperti tengiri, marlin, wahoo, tuna, sarden, barakuda, dan lainnya.

3. Sefalopoda (Cephalopoda)

Sefalopoda memiliki otak yang berkembang baik dan beberapa jenisnya memiliki kemampuan mengingat dengan baik, bahkan dapat belajar.
Manusia memanfaatkan anggota-anggota sefalopoda sebagai bahan pangan dan dalam industri. Hewan ini memiliki ciri khas yaitu mempunyai tentakel yang dilengkapi dengan alat pengisap, misalnya, cumi-cumi dan sotong , dan gurita.

4. Krustasea

Krustasea atau Udang-udangan adalah suatu kelompok besar dari artropoda, terdiri dari kurang lebih 52.000 spesies yang terdeskripsikan, dan biasanya dianggap sebagai suatu subfilum. Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat. Kelompok ini mencakup hewan-hewan yang cukup dikenal seperti lobster, kepiting, udang, udang karang, serta teritip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *